mereka aja sugih, masa’ kita engga.

tadi barusan ikut kajian di kampung. nama kajiannya “Kajian Langgar Mbah Doel”. kenapa bisa dinamain begitu? ya begitulah.. saya males nyeritain. kajian tadi sedikit banyak ngomongin wealth alias kekayaan. menarik.

jadi gini, pernahkah anda-anda yang muslim membayangkan kekayaan Rasul SAW dan sahabat-sahabat beliau? dulu, kalo bayangan saya, mereka itu hidup di kota yang berada di tengah padang pasir. rumah-rumah mereka sederhana, hidup mereka sederhana. tapi ternyata saya salah. Rasulullah itu orang yang sangat kaya. ketika melamar Khadijah, istri pertama beliau, mahar yang diberikan Rasul adalah (kalo ga salah denger dan salah inget) 30 unta. dimana harga seekor unta itu, kata ustadz fahrurrozi sang pengampu kajian, sekitar 20 jutaan. jadi totalnya 600 juta rupiah! wow banget! begitu juga dengan istri-istri beliau yang lain, kurang lebih besarnya sama; 600 juta rupiah. istri Rasul ada 10 (termasuk Khadijah). jadi total yang Rasul berikan untuk mahar kepada istrinya aja udah 6 milyar rupiah. mantaaaap! tapi kenapa kita jarang mendengar Rasul kaya? pak fahrurrozi pun menjelaskan. Rasul itu kalo dapaet harta langsung diinfakkan. jarang sekali Rasul punya harta berharga yang disimpan di dalam rumahnya lebih dari satu hari. pernah suatu kali, setelah salam menyelesaikan sholat beliau cepat2 kembali ke rumah karena beliau ingat ada emas dalam rumahnya yang belum diinfakkan. setelah infak beliau balik lagi ke mesjid trus dzikir. itu Rasulullah. sahabat Rasul, Umar, beda lagi. Umar memiliki 70 ribu hektar ladang kurma yang satu hektarnya bernilai 100 juta rupiah. jadi total kekayaan Umar pada ladangnya saja udah 7 trilyun! setiap tahun ladang-ladang tersebut menghasilkan keuntungan (kalo ga salah denger dan salah inget) 600 juta rupiah. belum lagi Usman. dan tentu saja, sahabat Rasul yang paling sugih, Abdurrahman bin ‘Auf. kekayaan Abdurrahman bin ‘Auf jauh lebih besar daripada Rasul dan sahabat-sahabat lain. (saya lupa seberapa besar kekayaan mereka. sori. -_-‘) mereka bisa kaya kebanyakan dari hasil berdagang. tapi mereka, sebagian besar (sangat besar, red) hartanya diinfakkan untuk tegaknya agama. di jaman Rasul dulu bahkan ada orang yang bercucuran air mata karena dia ga bisa infak untuk berperang apapun karena emang ga punya harta secuil pun. bayangin.. ga punya apa-apa, tapi kepengen infak!

subhanallah banget kan! udah gitu sahabat-sahabat juga dijanjikan Rasul untuk masuk surga. asik bangetngetngetngetnget..

so, udah ngerasa kaya belum? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s