again, about getting married. new perspective.

Setelah sekian lama saya ngga menghadiri kajian, malam ini saya menggerakkan diri untuk hadir ke kajian di masjid deket rumah.

Mengkaji apa? Mengkaji islam lebih dalam dong. 🙂

 

Ustadz Fakhrurrozi membahas banyak hal malam ini. Ga cuma malam ini sih, tiap kajian beliau pasti mendiskusikan banyak hal. Hehe. Buat saya, menghadiri kajian adalah refreshment terbaik dalam hidup. Lewat kajian ini, setidaknya, seminimalnya, saya kembali diingatkan tujuan hidup ini. Bahwa hidup ga cuma sekedar surviving day-to-day. Tetapi ada makna lebih, ada grand design dalam setiap kamu mengambil keputusan. Kalo kata seorang teman saya, “koe ki kudu duwe tujuan. jangan cuma ikut2an wae. waktunya orang2 seneng, koe seneng. waktunya sedih, koe melu2 sedih.”

 

Pak Ozi, sapaan kami buat pak ustadz, memulai kajian dengan membicarakan syahadat. Dari lecture panjang membahas syahadat, kami jadi mendiskusikan tentang khilafah. Buat yang belum tau, khilafah adalah cita-cita terbesar umat muslim. Khilafah pasti akan terjadi lagi di bumi ini seperti ratusan tahun lalu. Setelah khilafah ditegakkan, maka dunia tidak lama lagi akan menemui takdirnya yang paling akhir: kiamat besar. And this is what muslims should believe. Pembicaraan tentang khilafah adalah pembicaraan yang panjang, juga menyasar ke banyak aspek kehidupan. Mulai dari kehidupan bernegara, ekonomi, wilayah, dan sebagainya. Menarik! Sangat menarik. Dan yang paling menarik; diperkirakan khilafah akan tegak dalam waktu yang tidak lama lagi. 5-20 tahun dari sekarang. And this is what muslims should believe. Wallahu alam.

 

Dari obrolan tentang khilafah, topik kajian beralih ke arah pernikahan. Inilah asiknya ikut kajian yang pesertanya mayoritas berusia belasan dan 20-an tahun. Topik menemukan dan menghidupi pasangan lagi hangat-hangatnya. Hahaha. Dari sekian hal diobrolkan tentang merit, ada satu pesan yang saya akan saya ingat terus. Pesan ini pula yang jadi dorongan buat saya menulis paragraf-paragraf ini. Pfft.

 

“kalo cari pasangan, carilah seseorang yang pemahaman agamanya setingkat dengan kita, yang standarnya sama seperti kita. se-kufu’. jadi kalo suami/istri saling mengingatkan perintah agama, salah satunya bisa langsung dapat menerima.”

 

Well… Masalah memilih soulmate ini lah yang berenang di dalem kolam pikiran saya akhir2 ini. Karna se-gak genah-nya saya sekarang dalam mengisi masa muda ini, kelak ketika sudah berkeluarga saya akan hidup berlandaskan apa yang sudah diperintahkan oleh Allah ta’ala. Tentunya cita ini dimulai dari mencari pasangan yang pas dulu dong. Hehehe. Dan malam ini saya menemukan sedikit jawaban untuk mewujudkan cita itu. Hehehe. Well said.

Advertisements

3 thoughts on “again, about getting married. new perspective.

  1. hmmm, aku pribadi orang yang percaya semua aspek Islam including datangnya imam mahdi dan hari kiamat. mengenai khilafah2 ini can you explain more? Karena setauku kekhilafahan Rasulullah S.A.W ciri-cirinya lebih seperti ‘chiefdom’ atau suku yang kehidupan publik-privatnya mixed dan tidak menempati teritori tertentu ketimbang negara. Menurutmu gimana cara mendirikan kekhilafahan di negara majemuk ini? Atau bahkan mungkin dunia? Apakah dengan kudeta?Aku sih bayanginnya sistem yang mendekati chiefdom Rasulullah S.A.W itu dimana suatu aturan hanya mengikat penganutnya di manapun mereka berada itu sistem seperti vatikan, yang bahkan highly politicised. Terus cara milih khilafahnya gimana? Cara kita yakin khilafah itu benar-benar layak gimana-menimbang ga ada yang bisa mengukur kadar keimanan seseorang. Terus apakah sistem khilafah terbuka pada kritik (karena sahabat2 Rasulullah S.A.W dulu merupakan pemimpin yang bijak dan mendengarkan rakyatnya, merekapun menganggap diri mereka manusia yang bisa salah) sedangkan sekarang kalo diliat so-called negara islam justru mengkultuskan pemimpinnya sehingga orang yang menentang mereka dianggap menentang Allah? 😉 Aku sih yakin imam mahdi bakal jadi satu-satunya calon yang mumpuni, tapi kalo ustadzmu bilang 5-20 years time apa nggak terlalu yakin banget imam mahdi udah dateng? Atau ada calon lain yang mengklaim bisa dan berpropaganda? Wallahu alam bisshawab.

    1. maaf tar, sepertinya kamu kurang tepat kalo tanya ke aku. sejatinya I’m just being a smartass yang udah koar2 padahal baru faham sedikit. heheheh. jadinya aku belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanmu yang HI banget ini. coba cari literatur-lecture yang menjelaskan tentang khilafah di internet aja tar. atau kamu dateng ke pengajian yang membahas hal ini. tapi tentunya pengajian-pengajian ini tidak akan rumit2 menggunakan teori perpolitikan global.. hehe

      caranya yakin khilafah itu benar2 layak? hmmm, menurutmu caranya kita yakin bahwa Rasul SAW itu nabi terakhir gimana? 😉

      1. “Bukanlah Muhammad itu ayah seseorang dari kalian, namun ia adalah utusan Allah dan nabi terakhir. Dan sesungguhnya Allah maha tahu akan segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab: 40)
        this one?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s