Membela Ustadz Siauw. #Selfie4Siauw

January 19, 2015

Siang hingga sore tadi timeline twitter saya dipenuhi dengan foto2 yang diposting dengan menyertakan hestek #Selfie4Siauw. Kampanye untuk beramai-ramai selfie yang diinisiasi oleh seseorang yang populer di kalangan para selebtwit. (ga perlu saya sebutlah apa akunnya, cari sendiri. haha). Tujuan dari rame2 selfie tidak lain untuk mengkritisi (dan mocking?) opini Ustadz Felix Siauw mengenai aktifitas mengambil foto diri sendiri oleh diri sendiri, alias selfie, yang disampaikan di twitternya beberapa waktu lalu. Ini skrinsut twitternya:

pak siauw

Dari kultwit di atas, Pak Siauw tampak mencoba memberikan opininya tentang selfie yang saat ini sudah umum dilakukan oleh semua orang, termasuk oleh muslim dan muslimah. Menurut saya, ga ada yang salah dari pesan yang ingin disampaikan oleh Pak Siauw. Beliau mengingatkan bahaya penyakit hati ujub, riya, takabbur yang bisa terjadi akibat melakukan selfie. Buat teman2 muslim yang belum tau, sesungguhnya perkara penyakit hati bukan masalah sepele lho di dalam Islam. (saya juga belom lama tau kok. hehe.) Apa yang disampaikan oleh Pak Siauw, saya rasa juga disepakati oleh para ustadz dan alim ulama lain di dunia ini: bahwa tiga penyakit hati tersebut bisa mematikan hati dan membakar habis amal. Yang terakhir ini mengerikan bagi kaum yang percaya. Bisa ngebayangin amal2 kebaikan kita kelak di akhirat ga akan terpakai karena penyakit hati yang sering secara ga sadar kita lakukan? ūüė¶

Namun dunia socmed itu keras. Ketidaksetujuan terhadap opini seseorang berfollower banyak bisa berakibat pada pengkritisian dalam bentuk yang kadang konyol dan tidak perlu. Menjadi miris kalo di antara orang2 yang terseret ikut kampanye hestek tersebut terdapat teman2 muslim. Apalagi Pak Siauw sedang menyampaikan pesan tentang penyakit hati yang cukup penting agar kita selamat di akhirat kelak. Menurut saya, kalo anda muslim dan tidak suka terhadap cara penyampaian Pak Siauw, lebih baik anda diam atau sampaikan ketidaksetujuan itu secara personal tanpa publisitas. Tugas sesama muslim itu saling mengingatkan, kan?

Ada yang berpendapat di twitter kalo bahan dakwahnya Pak Siauw terlalu superfisial, mengapa tidak berdakwah menjawab masalah riil di masyarakat seperti kemiskinan, kesehatan dan pendidikan. Kalo baca pernyataan seperti itu, tinggal ditanya balik aja, anda sudah pernah mencari tahu rekam jejak dakwah Pak Siauw belum? Dakwah ada berbagai macam, tidak hanya dengan bikin kultwit aja. Bikin sekolah berbasis agama, jadi panitia hari besar agama, mengajak orang untuk berbuat baik di jalan, juga termasuk dakwah kan? Bisa jadi Pak Siauw sudah melakukan hal2 luar bisa dalam usaha dakwahnya tanpa sepengetahuan orang banyak. Terlebih Rasul SAW juga menyampaikan bahwa berbuat baik secara tidak terang2an itu lebih disukai.

Ada juga yang bilang di twitter, menakar niat di balik sebuah tindakan bukanlah urusanmu, melainkan kewenangan Tuhan. Ini pernyataan benar: ga ada yang tau niat dalam hati selain si pemilik hati dan Tuhan. Nah, sekarang coba perhatikan lagi. Di kultwitnya, Pak Siauw coba menyampaikan pesan dari sudut pandangya melihat kebiasaan selfie orang2. Ga salah kan kalo beliau bilang selfie bisa menimbulkan rasa takjub dan kagum sama diri sendiri? Kemudian beliau melanjutkan, kalo timbul rasa takjub dan kagum,¬†khawatir akan termasuk perbuatan ujub.. See? Ada kata “khawatir” di sini. Berarti masih ada kemungkinan kalo pelaku selfie tidak merasa ujub. Demikian pula dengan poin2 berikutnya tentang riya’ dan takabbur, ada kata¬†berharap¬†dan¬†merasa. Menurut pemahaman saya, ini berarti kalo pelaku selfie tidak berharap fotonya dikomen atau dilike, tidak merasa lebih keren dari orang lain, berarti pelaku selfie bisa terhindar dari riya’ dan takabbur. Karena sekali lagi, niat dalam hati ga ada yang tau selain si pemilik hati dan Tuhan. Tapi coba tanyakan sama diri sendiri: adakah orang yang selfie ganteng dan cantik tapi tidak takjub sama diri sendiri, tidak berharap dikomen atau dilike, atau tidak merasa lebih keren dari orang lain? ūüôā Untuk itu beliau menyarankan¬†lebih baik hindari¬†melakukan kegiatan ini supaya terhindar dari penyakit hati di atas. Ga melarang buat selfie kok. hehe

Ga cuma buat selfie doang sih. Kadang kalo saya ngupload hasil jepretan saya (yang bukan selfie) di instagram, saya juga sering takjub, berharap dilike, dan merasa keren. Lupa sama Sang Pencipta objek jepretan saya. hiks ūüėź Jadi saya pikir Pak Siauw ini lebih tepatnya sedang mengajak kita untuk menghindari penyakit hati. Bukan melarang selfie.

Kalo saja Pak Siauw ini orang biasa yang followernya cuma 100-200, mungkin tidak akan ada gelombang pe-ngece-an ini. Semoga kampanye hestek #Selfie4Siauw ini justru membuat lebih banyak orang tergerak menghindari penyakit hati. Terakhir, semoga kita sesama muslim selalu saling mengingatkan. Selalu saling mengingatkan untuk bisa lebih bertaqwa agar bahagia dunia-akhirat.. Insya Allah. Aamiin. Kebetulan kemaren saya abis dengerin kajian tentang bahaya ujub oleh Ustadz Firanda. Kalo selo, dengerin aja. Bagus. Ini linknya.

Semoga Ustadz Siauw dan kita semua selalu dilimpahi keberkahan. Kalo saya banyak salah, ingatkan saya ya. Wassalam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: