No, you can not.

August 15, 2015

Malam ini iseng buka web tiket kereta api untuk melihat nama kereta yang sedang ditumpangi oleh ayah saya dalam perjalanannya ke Jogja. Keisengan berlanjut dengan membuka web reservasi tiket pesawat yang berafiliasi dengan tiket kereta. Saya coba-coba cari tau harga tiket pesawat dari Jogja ke Denpasar, Jogja ke Jakarta, Jogja ke Lombok.. dan sebagainya. Berandai-andai saya punya banyak uang dan sedang memperkirakan budget pengeluaran transportasi liburan.. Hahaha. Lumayan juga ya ternyata budget buat jalan-jalan.

Sedang iseng-iseng buka web reservasi tiket kereta dan pesawat, terbersit pikiran tentang reservasi tiket kapal online. Bisa ndak sih pesen tiket kapal di internet?

Saya googling. Menemukan web Pelni yang merupakan satu-satunya penyedia jasa layanan kapal muat orang dan barang antar pelabuhan besar. Dibanding web reservasi tiket kereta dan pesawat, web Pelni terlihat sederhana dan kurang kekinian. Di sini terdapat info tiket perjalanan kapal jarak jauh maupun jarak dekat antar pelabuhan Indonesia. Agak kecewa karena ternyata hanya menampilkan info keberangkatan kapal dan harga tiket. Tak ada tombol pesan tiket online yang umumnya disediakan di web ticketing maupun penyedia jasa transportasi.

Pikiran saya melayang. Teringat momen menikmati perjalanan menggunakan kapal Pelni berukuran jumbo untuk pertama kalinya setahun lalu. Mungkin kata ‘menikmati’ kurang tepat karena perjalanan tersebut jauh dari kata nyaman. Hahaha. Kapal yang saya tumpangi bernama KM Tidar. Belakangan saya ketahui jika kapal ini mampu mengangkut hingga 2000 orang plus beratus ton barang. Rutenya panjang, dari Tanjung Priok di Jakarta hingga Kaimana di bumi Papua. Saya menggunakan kapal ini dari Pelabuhan Ambon untuk menuju lokasi KKN saya di Banda Neira.. Cerita tentang KKN nya mungkin lain kali aja ya kalo cukup mood buat bercerita. Hehe.

neiraKembali ke web Pelni. Saya coba cari tau jadwal keberangkatan KM Tidar menuju Banda Neira yang paling dekat dengan hari ini. Hasilnya menunjukkan bahwa trip kapal ke Banda Neira terjadwal sekitar 2 pekan lagi dari Pelabuhan Ambon. Tidak seperti penerbangan Jakarta-Jogja yang ada hampir tiap jam, jadwal perjalanan kapal memang tidak menentu. Selang waktu antar keberangkatan juga bisa berminggu-minggu. Cukup ketinggalan zaman mengingat sekarang semuanya bergerak serba cepat dan dinamis. Tapi inilah situasi yang harus dihadapi masyarakat Indonesia bagian timur khususnya bagi mereka kelas menengah ke bawah. Perjalanan dari daerah terpencil menuju ke daerah ‘kota’ butuh waktu yang tidak sedikit. 😦

Pikiran saya kembali melayang. Kali ini ke masa depan. Kira-kira kapan ya saya bisa kembali ke Banda Neira sambil bernostalgia menumpangi KM Tidar? Saya rindu Banda Neira. Tempat dimana saya pernah menghabiskan 1,5 bulan berinteraksi menjalin hubungan kekeluargaan dengan warganya. Tapi… Kapan? Harus menyesuaikan dengan jadwal KM Tidar yang tidak menentu?

tidarJawabannya.. Ya, saya harus menyesuaikan jadwal saya dengan jadwal KM Tidar yang tidak menentu.

Mau tidak mau, saya tidak punya opsi lain. Saya tidak punya pilihan waktu yang fleksibel layaknya memilih jadwal keberangkatan pesawat Jogja-Jakarta. Inilah kenyataan yang harus dihadapi jika memang ingin menggunakan jasa Pelni yang relatif murah ini. Padahal, belum tentu di masa depan kelak jadwal keberangkatan KM Tidar sesuai dengan jadwal waktu senggang pekerjaan saya. Suka tidak suka, saya akan terpaksa mengorbankan waktu kerja saya yang berharga.

Saya jadi ragu di masa depan saya bisa kembali ke Banda Neira. 😦 Let alone going with friends..

Belum lagi saat saya sudah menikah nanti (ehe, aamiin). Prioritas tentu akan bertambah. Makin sulit untuk menemukan jadwal senggang berlibur ke Banda Neira yang harus disesuaikan dengan jadwal kapal/pesawat. Saya berpikir ulang.. Bisakah kelak saya kembali Banda Neira? Bisakah saya menuntaskan kerinduan saya pada pulau indah ini?

Pada poin ini saya tersadar, bahwa kita tidak mungkin membeli waktu.

Mungkin kelak di masa depan, uang tak lagi jadi masalah buat saya. Namun saya akan mempunyai masalah dengan waktu. Bisa jadi saya akan selalu punya cukup uang untuk ke Banda Neira, namun tak bisa menemukan tanggal yang tepat untuk berangkat. Entah karena kesibukan kerja, keluarga, atau lainnya. Hingga akhirnya saya semakin tua, dan cita-cita ke Banda Neira tak lagi jadi prioritas.. Terlupakan. Semata karena tak memiliki waktu.

Akan muncul suatu fase dalam hidup kita: Dimana kita sangat ingin membeli waktu. Namun berapapun jumlah uang yang dimiliki tak akan pernah cukup untuk membelinya.

Semoga itu tidak terjadi. Kalaupun harus terjadi, maka perjalanan 1,5 bulan ke Banda Neira tahun 2014 lalu merupakan mimpi indah. Mimpi yang sangat indah untuk diceritakan ke anak-cucu saya kelak..

ras rajawali

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: