#remindertoself

September 20, 2015

Waiting is sucks.

Menunggu adalah pekerjaan yang kurang menyenangkan. Setidaknya buat saya. Dalam suatu “menunggu” akan muncul berbagai halangan secara mental maupun fisik. Halangan, atau mungkin ujian, harus dilalui dengan sabar. Sabar!

Kesabaran itu sungguh menguras energi. Jika bisa memilih, ingin rasanya energi itu dihabiskan untuk bersenang-senang saja. Agar otak dipenuhi oleh dopamine-dopamine juga serotonin, bukan tumpukan kortisol yang bikin kita pengen menyerah saja. Tapi hidup adalah perjuangan kan? Tapi hidup adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Perjuangan untuk dunia dan sesuatu setelah dunia. Malu rasanya, ngomongin akhirat tapi setiap hari selalu menumpuk dosa dari perbuatan-perbuatan buruk yang tidak diketahui orang lain. Tapi hidup adalah perjuangan kan? Usaha keras melawan perbuatan buruk yang dilakukan diri sendiri juga sebuah perjuangan. Meski tidak keren karena perjuangan untuk diri sendiri. Cih.

Selesai menunggu, kita dihadapkan lagi pada penantian yang lain. Hidup dihabiskan dengan menunggu dan menunggu. Mengharuskan hidup ‘tuk diisi dengan bersabar dan bersabar. Sabar dan syukur! Bersyukur yang tidak sekedar diam mensyukuri. Tapi juga memenuhi diri dengan ilmu-ilmu tentang-Nya. Ilmu-ilmu ukhrowi. Bersyukur yang kelak akan bermanfaat untuk sesuatu setelah hidup.

Waiting is sucks. But Allah is always here. Semoga Allah menguatkan kita semua dalam menikmati setiap penantian. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Because Allah is always here, there, and everywhere..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: