Bad days

January 14, 2015

It’s pretty frustrating. Ketika sedang butuh laptop buat belajar materi skripsi, ketika sedang butuh laptop buat mengerjakan laporan kerja praktek, tiba2 laptop terkena virus.. Sistem operasi rusak. Harus install ulang ini, install ulang itu. Sudah 2 hari berusaha. Pergi ke rental nyewa CD ini, CD itu. laptop belom kembali jadi seperti sedia kala. Padahal udah ada tanggungan janji sama dosen..

1 + 1 = 2

January 3, 2015

Menghabiskan hari kedua di tahun 2015 dengan liburan sekeluarga besar ke Gunungkidul. Liburan bareng pakde-budhe, om-bulik, sepupu2, sepupu2 yang udah punya anak, beserta anak2nya; keponakan saya! Hahaha. Semuanya berjalan menyenangkan. Ada satu pelajaran yang saya ambil dari jalan2 ini. Tentang mengasuh anak.

Di antara keponakan2 dan sepupu2 yang lucu nan ngegemesin ini, ada satu keponakan hiperaktif bernama Jono (bukan nama sebenarnya). Jono ini laki2, masih kelas 1 SD, bocah paling hiperaktif yang pernah saya temui. Hiperaktif nya bikin kesel semua orang di sekitarnya termasuk budhe saya (neneknya), sepupu2 saya (bapak-ibunya). Semua keusilan kejahilan rengekan dan kebrutalan anak usia 6 tahun yang bisa dibayangkan ada pada si Jono ini. Hiperaktif si Jono secara engga langsung mempengaruhi level kenakalan keponakan dan sepupu lainnya yang seumuran sama dia. Di setiap tempat yang kami kunjungi di Gunungkidul, pasti si Jono ini bikin ulah yang bikin kesal anggota keluarga lain. Super ngeselin..Ttapi di satu sisi, si Jono ini sungguh mesakake.

Kalo si Jono udah berbuat ulah, amarah nenek, tante, dan ibunya mudah sekali terpantik. Bentakan, omelan, hingga jeweran selalu dengan mudah meluncur terarah ke Jono yang baru masuk SD taun lalu. Terkadang kekesalan terhadap Jono sudah di luar batas. Orang-orang yang mengasuh dia jadi sentimen ke dia. Komentar verbal negatif yang menurut saya menyakitkan hati sering terucap mengarah ke Jono yang tampaknya juga cuek aja sama komentar2 negatif yang dia terima. Padahal, kata ibu saya, semua komentar negatif yang dilontarkan ke seorang anak akan berdampak negatif pada anak tersebut. Menurut buku Quantum Learning yang pernah saya baca, setiap harinya seorang anak menerima ratusan komentar negatif dari lingkungan sekitarnya, berbanding terbalik dengan sedikitnya jumlah pujian yand dia terima. Hal ini terjadi juga pada Jono, selama saya perhatikan, pujian yang dia terima setiap harinya sangat sangat sedikit sekali dibanding omelan dan cacian yang dia terima. Kasihan… 😦

Di sini saya jadi sadar, mengasuh anak bukanlah perkara mudah. Butuh kesabaran super duper mega ultra ekstra juga kepiawaian khusus dalam hal ini. Tidak hanya mengasuh anak hiperaktif saja. Semua anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian sama besarnya yang dibungkus dalam kesabaran yang luar biasa tinggi. Membentuk karakter anak itu tidak dimulai ketika kita mengajarkan values ketika dia sudah bisa bergerak kesana-kemari. Tapi sejak kita memberikan makanan pertamanya bahkan ketika anak itu masih di dalam kandungan belum mbrojol ke dunia. Doa-doa yang disematkan kepada anak itu sama pentingnya dengan makanan yang kita suapkan dan values yang kita ajarkan kepada anak. Ketika anak kita memiliki siblings atau saudara kandung, orang tua harus berikan perhatian sama besarnya dengan yang diberikan kepada saudaranya. Jangan pernah anakemas-kan anak, se-emas apapun anak itu. Anak kecil yang sedang berkembang itu gampang sekali kecewa. Meskipun gampang ceria lagi, tapi kekecewaan yang ia rasakan bakal ia kenang terus sampai dewasa. Bisa jadi, ketika dewasa kelak, si anak  ga akan memaafkan kekecewaan yang pernah dia rasakan. Imej seseorang dalam memandang dunia dibentuk dari kekecewaan dan kebahagiaan yang ia peroleh waktu kanak-kanak. Ga percaya? Banyak contohnya di sekitar kita kalo kita mengamati..

Seenggaknya ini yang saya pelajari dari orang tua-orang tua mengasuh anak-anaknya yang masih kecil kemaren. Mengasuh anak untuk membentuk anak yang baik butuh kekuatan luar biasa dari Sang Pemberi Amanah Anak. Semoga ketika Jono dewasa kelak, ia mau memaafkan kekhilafan orang-orang terhadapnya.

2015: tahun serius

January 1, 2015

Sejatinya tahun baru ga ada bedanya sama tahun lama. Bedanya, kalender kita ganti. Penanggalan tahun kita bertambah 1 digit pada angka paling belakang. Setelah melewati angka 1 sampai 4, sekarang sampai di angka 5. 2015!

Tadi malam menghabiskan acara pergantian kalender ini di rumah salah seorang teman. Sebenernya ga perlu nunggu tahun baru buat seneng2 bareng temen, tapi lebih pas aja kalo seneng2 pas sedunia lagi selebrasi. Kira2 begitu menurut saya. Oke, akhirnya sekarang tahun 2015. Bagi saya, tahun ini bakal jadi tahun yang lebih serius dibanding 3 tahun belakangan. Tahun ini akan menapaki 4 tahun kuliah, yang berarti sudah tiba saatnya untuk meninggalkan bangku kuliah untuk lulus! Bukan dropout lah ye. Haha. Saya berencana untuk wisuda di bulan November tahun ini. Mohon doanya semoga semua berjalan mulus dan lancar dan IPK saya cukup bagus untuk diterima kerja di perusahaan kece. Hehehehe. 🙂

Setelah tahun2 berkuliah, sebagian besar dari angkatan akademis saya, angkatan 2011, akan menemui moment of truth nya dengan lulus kuliah itu tadi. Tibalah saatnya bagi kami, bagi mereka, angkatan 2011 untuk menjadi manusia dewasa yang sempurna, yang bertanggung jawab sama diri sendiri dan teman hidup yang akan mendampingi, kalo udah ada. Haha. Kenapa? Karena tahun ini kami memasuki dunia kerja! Mungkin tahun ini bakal jadi awal dari sebuah journey panjang bagi banyak orang di angkatan akademis 2011. Untuk itu, tahun ini adalah tahun serius. Sayang, seurieus udah bubar..

sentimental moods

December 8, 2014

Ada kejadian cukup unik (setidaknya bagi saya) yang menimpa diri saya hari ini.

Mengawali hari ini seperti biasanya, berangkat kuliah pagi jam 9. Menghadiri kuliah makul semester 3.. Iya, ngulang. Pfft. Hanya untuk ga fokus di dalam kelas karna ada beberapa hal yang bikin hati sangat berkecamukmukmukmukmuk… Tak apalah, hati yang berkecamuk makes us human kan? Hehe. Selesai kuliah, saya gabut menunggu siang, menunggu seorang teman yg kuliahnya jam 11 supaya kita pergi bareng ke hartono mall, tempat kami KP.. Di tengah gabut menunggu teman itu, saya coba ngelamunin (baca: kontemplasi, introspeksi) hal2 yang membuat hati saya berkecamuk begitu hebat akhir2 ini. Buka2 twitter, scrolling2 instagram, layaknya generasi milennial masa kini. Then I stumbled upon website that talking about personal development. Saya baca artikel ini, dan ini. Dua artikel yang cukup menyadarkan saya tentang.. hufff, kekurangan2 saya.. Kekurangan2, yang bikin orang2 lain tersakiti.. Hiks… But, hey, semua orang pasti punya kekurangan kan? Sungguh kanak2 kalo saya ga berusaha memerbaiki kekurangan2 ini.. Hehe

Lalu akhirnya tiba juga waktu siang. Sebelum menuju tempat KP, saya nganterin teman saya ini buat ngambil helm di kosnya di masjid sardjito. Saya ga nganterin temen saya masuk ke sardjito karna kalo masuk nanti kudu mbayar parkir, padahal parkir berapa detik doang. Eman2 duite.. Heheh. Saya menunggu teman saya di luar sardjito. Tapi karna jalan kesehatan sudah penuh sesak dan ga ada tempat nunggu yang pewe, saya cari tempat menunggu lain. Saya menunggu di seberang toko bali. (yang paham daerah RS Sardjito pasti tau dimana letak toko bali ini). Saya nunggu tepat di belokan pertigaan. Di bawah pohon dekat trotoar, menunggu di atas motor dengan tetap memakai helm. Saya tau, saya ga akan nunggu lama di pojokan belokan itu. Saya menunggu sambil ngelamun.. nontonin orang2 bersliweran. Masih dengan hati yang berkecamuk, tentu. :”) Lalu tiba2.. seorang ibu2 pejalan kaki menghampiri saya.

Ibu2 yang usianya masih cukup muda. Berjilbab. Saya tebak usianya sekitar akhir 20-an. Dia datang bersama anak kecil perempuan, anaknya, yang usianya mungkin 4-5 tahun. Di kedua tangannya dia membawa tas kresek belanjaan berisi bantal dan barang2 lain, dan juga membawa tas kecil milik anaknya. Penampilannya biasa aja, ga menyedihkan kok. Hehehe. Ibu2 itu tiba2 menghampiri saya lalu bertanya “mas, kalo mau ke gamping itu ke arah mana ya?” Saya lihat ibu itu tampak bingung, ekspresi bertanyanya jelas menunjukkan bahwa dia bukan orang lokal. “ibu mau kemana?” tanya saya. “saya mau ke kebumen..” jawab si ibu. Daerah gamping yang dia maksud pasti pertigaan ringroad Gamping, tempat ngetem bis arah kebumen. Sampai di sini ga ada yang salah..

Lalu tiba2 ibu itu bercerita, kalo dia habis jalan kaki dari condongcatur… Maygaaat, condongcatur-bulaksumur itu jauh bener bro. Si ibu cerita kalo dia tadi pagi datang dari kebumen, pergi ke jogja untuk beli oleh2 untuk dibawa ke tempat asalnya di kutai, kalimantan timur.. Tapi saat dia sedang makan (soto? saya lupa) di sekitar beringharjo, dompet dan handphone nya hilang! Dompet dan handphone yang dia taruh di tas anaknya hilang begitu saja, dicari-cari ga ketemu, dan tas anaknya dalam keadaan terbuka.. Dia kecurian. 😦 Herannya, si ibu bercerita tanpa menunjukkan ekspresi kalut. Ekspresi sedih. Ekspresi abis jalan kaki dari concat. Ibu itu cerita kalo dompetnya berisi booking tiket pulang ke kutai, dan tentu saja berisi uang. Dia cerita, setelah kehilangan dompetnya, dia pergi ke kantor poltabes dekat malioboro untuk melapor. Setelah lapor pak polisi, oleh bapak polkis dia dianterin ke condongcatur, bermaksud untuk ke rumah temennya si ibu. Tapi ternyata temennya udah pindah.. Kemudian dia jalan kaki secara randomly menuju Gamping hingga akhirnya ketemu saya di seberang toko bali. Saya tanya, kalo udah sampai Gamping, lalu bagaimana caranya dia mencapai kebumen? Dia jawab, dia bakal jalan kaki.. 😦 lalu dia spontan lanjut bercerita kalo dia baru 2 hari di kebumen. Pergi ke tempat sodaranya. Saya kurang fokus mendengarkan ceritanya, tapi kalo ndak salah nangkep, dia pergi ke tempat sodara suaminya. Suaminya yang meninggal 3 tahun lalu… Meeeeen, ancur banget ati guwe denger suaminya udah meninggal, meninggalkan dia bersama seorang anak perempuan 😦 herannya, dia menceritakan hal itu dengan santai, sepertinya dia sudah melewati fase kehilangannya. Dia juga menceritakan semua kejadian kecurian dan rencana dia jalan kaki ke kebumen tanpa ekspresi khawatir…….

Saya tawarkan handphone saya untuk coba hubungi sodaranya di kebumen. Beruntung, dia hapal satu nomer sodaranya. Nomer sepupunya. Saya coba hubungi nomer itu. Tapi ndak diangkat. Saya hubungi lagi sampai mungkin 10 kali. Tapi juga tetap ndak diangkat. Kata si ibu mungkin sodaranya ini sedang kuliah.. Ga lama kemudian ibu itu tampak merasa sungkan dengan saya karna saya sudah mencoba membantunya. Karna sungkan, ibu itu insist kalo dia akan melanjutkan perjalanannya ke Gamping dengan jalan kaki… “arah gamping mana ya mas? sudah ndakpapa mas, saya jalan aja..” I swear, dia nyaris sama sekali ga menunjukkan ekspresi yg dapat membuat saya iba! Auranya positif dan optimis sekali. Tapi mana mungkin saya ndak iba. Lha seorang ibu, single parent, berasal dari pulau lain, mau jalan kaki puluhan kilometer bareng anak TK 😦 Selanjutnya saya antarkan ibu itu dan anaknya ke halte transjogja. Saya berikan sejumlah uang untuk dia naik bis ke terminal, lalu naik bis ke kebumen.. (semoga uangnya cukup!) Saya percaya ibu itu jujur. :”) Setelah mengantarkan ibu2 stranger tersebut ke halte, saya menuju tempat KP..

Lalu apa yang bikin kejadian ini unik? Sebelumnya saya ndak bermaksud riya’ dengan cerita begini di blog. Heheh. Sama sekali engga, insya Allah.. Poin saya di sini, kejadian ini bikin saya jadi yakin, bahwa semua hal di dunia ini ga ada yang kebetulan.. Saya sangsi kalo pilihan saya untuk menunggu di pojokan jalan, lalu bertemu seseorang yg total stranger, lalu saya membantu biaya perjalanannya ke kota lain, adalah sebuah kebetulan. Bertemunya kita dengan seseorang atau banyak orang pasti sudah diatur. Yang Maha Mengatur lah yang mengatur pertemuan2 itu… Kita dipertemukan dengan sebuah alasan. Kita dipertemukan supaya kita dapat membantu orang lain. Kita dipertemukan supaya kita dibantu. Kita dipertemukan supaya kita bisa saling belajar satu sama lain. Kita dipertemukan untuk dapat saling mengasihi satu sama lain. Untuk menumbuhkan simpati, menumbuhkan empati, memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan kebaikan2.. Saya juga percaya, Yang Maha Mengatur mempertemukan kita dengan orang lain untuk menguji kita. Sebuah ujian dalam hidup. Jenis ujian apa yang diberikan, itu tergantung kita mendefinisikannya. Ga ada yang salah dengan pertemuan. Ga ada yang kebetulan. Our time is limited, semoga kita selalu dipertemukan dengan orang2 baik. Semoga kita dapat segera mengetahui, untuk kemudian memperbaiki kesalahan2 kita, sehingga kita senantiasa jadi orang baik.

(sori ya kalo dangkal dan weird. doakan supaya kecamuk di hati saya segera membaik. ini ada band ska jazz asik, namanya sentimental moods)

Setelah sekian lama saya ngga menghadiri kajian, malam ini saya menggerakkan diri untuk hadir ke kajian di masjid deket rumah.

Mengkaji apa? Mengkaji islam lebih dalam dong. 🙂

 

Ustadz Fakhrurrozi membahas banyak hal malam ini. Ga cuma malam ini sih, tiap kajian beliau pasti mendiskusikan banyak hal. Hehe. Buat saya, menghadiri kajian adalah refreshment terbaik dalam hidup. Lewat kajian ini, setidaknya, seminimalnya, saya kembali diingatkan tujuan hidup ini. Bahwa hidup ga cuma sekedar surviving day-to-day. Tetapi ada makna lebih, ada grand design dalam setiap kamu mengambil keputusan. Kalo kata seorang teman saya, “koe ki kudu duwe tujuan. jangan cuma ikut2an wae. waktunya orang2 seneng, koe seneng. waktunya sedih, koe melu2 sedih.”

 

Pak Ozi, sapaan kami buat pak ustadz, memulai kajian dengan membicarakan syahadat. Dari lecture panjang membahas syahadat, kami jadi mendiskusikan tentang khilafah. Buat yang belum tau, khilafah adalah cita-cita terbesar umat muslim. Khilafah pasti akan terjadi lagi di bumi ini seperti ratusan tahun lalu. Setelah khilafah ditegakkan, maka dunia tidak lama lagi akan menemui takdirnya yang paling akhir: kiamat besar. And this is what muslims should believe. Pembicaraan tentang khilafah adalah pembicaraan yang panjang, juga menyasar ke banyak aspek kehidupan. Mulai dari kehidupan bernegara, ekonomi, wilayah, dan sebagainya. Menarik! Sangat menarik. Dan yang paling menarik; diperkirakan khilafah akan tegak dalam waktu yang tidak lama lagi. 5-20 tahun dari sekarang. And this is what muslims should believe. Wallahu alam.

 

Dari obrolan tentang khilafah, topik kajian beralih ke arah pernikahan. Inilah asiknya ikut kajian yang pesertanya mayoritas berusia belasan dan 20-an tahun. Topik menemukan dan menghidupi pasangan lagi hangat-hangatnya. Hahaha. Dari sekian hal diobrolkan tentang merit, ada satu pesan yang saya akan saya ingat terus. Pesan ini pula yang jadi dorongan buat saya menulis paragraf-paragraf ini. Pfft.

 

“kalo cari pasangan, carilah seseorang yang pemahaman agamanya setingkat dengan kita, yang standarnya sama seperti kita. se-kufu’. jadi kalo suami/istri saling mengingatkan perintah agama, salah satunya bisa langsung dapat menerima.”

 

Well… Masalah memilih soulmate ini lah yang berenang di dalem kolam pikiran saya akhir2 ini. Karna se-gak genah-nya saya sekarang dalam mengisi masa muda ini, kelak ketika sudah berkeluarga saya akan hidup berlandaskan apa yang sudah diperintahkan oleh Allah ta’ala. Tentunya cita ini dimulai dari mencari pasangan yang pas dulu dong. Hehehe. Dan malam ini saya menemukan sedikit jawaban untuk mewujudkan cita itu. Hehehe. Well said.

Setelah 4 tahun menunggu, akhirnya saya menonton SORE Band.. live!

Semua berawal di tahun 2009. Saya masih ingat sekali. Di suatu sore yang kalem, saya duduk di depan PC sedang berselancar ria di internet. Kemudian entah karena apa, saya mendownload sebuah lagu berjudul “Setengah Lima” karya Sore Band dari 4shar*ed. (maafkan saya Sore, saya belum tidak membeli CD-CD kamu. huhu)

Di depan PC dengan layar CRT jadul itu, saya menikmati alunan musik santai Sore berjudul Setengah Lima tersebut. Ternyata.. nikmat sekali! Yak, musik ini luar biasa nikmat sekali! And I promise myself, I’ll remember that moment. Momen pertama kali saya menikmati musik dengan lirik-lirik luar biasa seperti ini. Hahah. Selanjutnya saya pun mendownload lagu Sore yang lain.. And my guess was right, they have amazing music taste!

Sejak mengenal Setengah Lima nya Sore, saya mulai menelisik lebih jauh keberadaan musik indie gawean anak Indonesia lain.. Ya modal2 googling doang sih pfft. Mulai dari titik ini lah, akhirnya saya mengenal band-band asoy macam The Adams, Monkey to Millionaire, WSATCC, Adhitia Sofyan, dll dll. Karna itulah, SORE Band adalah band yang spesial buat saya! Berkat musik mereka, saya pun jadi kenal sama musik-musik anti-mainstream buatan bangsa ini. Agak lebay sih ini.. tapi terimakasih, SORE!

Selain musik yang lain dari yang lain, SORE Band juga susah untuk ditonton secara live di Jogja. Entah kenapa mereka jarang sekali tur keliling pulau Jawa. Paling mentok ke Bandung. Padahal saya jelas sangat ingin menonton aksi mereka di stage, namun saya tidak mungkin pergi ke Jakarta/Bandung hanya untuk sekedar menonton mereka. So, saya pun menunggu dan menunggu…..

Sempat beredar kabar bahwa mereka akan bubar di awal tahun 2012. Meskipun juga agak lebay, tapi waktu itu saya risau beneran. Kalo mereka bubar, berarti saya ga akan pernah nonton aksi mereka live dong. Waaaahh. 😦 Tapi untungnya mereka ndak jadi bubar, hanya saja salah satu personil mereka cabut dari band.

4 tahun memendam keinginan, dan akhirnya.. tadi malem saya sukses menyaksikan mereka live di halaman JEC, dengan stage yang keren, dan penonton yang sama antusiasnya seperti saya. Saya senyum2 melulu menahan excited. Senang! atau mungkin lebih tepatnya.. Bahagia! 🙂

(lebay sih.. tur yo ben)

Image

credit foto: @SOREBand

Ga usah terlalu khawatir lah sama masa depan. Seburuk apapun kondisimu saat ini. Masa depan belum datang. Hari esok pun masih bersifat ghaib, belum diturunkan. Kamu masih menjalani hari ini. Ga usah khawatir berlebihan. Dia Yang Maha Mengatur masih bisa mengubah segalanya, semua hal yang terjadi dan akan terjadi. Cheer up!

 

Ga usah terlalu mikirin kata2 orang lain deh. Kalo emang tindakanmu bener, dan kamu optimis dengan itu, perjuangin terus. Banyak orang yang hidup terlalu terpaku pada pattern and rules. Padahal kehidupan itu berjalan random, sering ga sesuai prediksi. Tapi masa depan harus diusahakan sebaik mungkin. Gausah dengerin kata2 negatif orang lah. This is your life. Sekali lagi, masa depan itu belum datang. Semua prediksi bisa saja meleset.

 

“… My dad was the same way. That’s why I don’t like pattern and rules. And that’s why you can’t buy into that shit. You gotta go your own way..” – the way way back.

 

Dan ga perlu lah sombong dan takabur ketika kita merasa oke banget. Karena emang udah sifatnya manusia untuk mudah takabur. Optimis itu perlu, tapi ga perlu lah memandang rendah orang yang payah, atau masih dalam kepayahan. Semuanya bisa saja bubrah berubah di tengah jalan. Bubrah ke arah keburukan, atau kebaikan..

dududududu..

May 5, 2013

pernah ga kalian berpikir, apakah seorang tukang becak dulunya waktu kecil punya cita-cita jadi tukang becak?

gua rasa engga..

gua rasa engga ada orang indonesia yang punya cita2 memiliki profesi sebagai pengayuh kendaraan roda 3 tanpa mesin, yang harus selalu beradu dengan panasnya matahari, asap kotor kendaraan bermotor, dan dinginnya hujan.

 

and the list goes on… gua kira juga ada banyak profesi yang tidak pernah dicita-citakan. tukang becak, supir taksi, supir truk ekspedisi, supir bus malam, petugas kebersihan, kuli bangunan, tukang parkir, dan pekerjaan2 yang mendapat stigma “rendah” di mata masyarakat kebanyakan.

lalu kenapa mereka kemudian harus berprofesi demikian? tentu saja, himpitan ekonomi.

 

sedih, ketika sedang marak gerakan anak2 muda menengah ke atas yang sedang menyuarakan pentingnya bermimpi, masih banyak orang Indonesia yang terpaksa menunda atau memupuskan mimpi dan cita-citanya karena mereka tidak cukup percaya diri buat mewujudkan cita-citanya. mereka ga bisa memilih bro. dan percaya diri mereka tidak tumbuh sebaik pede kita bro.

 

mom was right, di dalam hidup kadang2 memang kita ga bisa memilih.

 

lalu, apakah pemerintah salah? berkaitan dengan hak2 sebagian warga negaranya yang dengan sedihnya ga bisa dipenuhi..

 

entahlah. tapi gua penasaran banget apa yang akan dibawa oleh sistem pemerintahan khilafah kelak. the ultimate government. mungkin gua harus lebih banyak membaca sejarah kekhilafan masa lampau, masa keemasan.. hehe

 

 

 

 

————————————————————————————————-

*intinya, bersyukurlah! berbahagialah! heran deh sama yang masih bisa makan 3 kali sehari tapi masih hobi ngeluh..

Meeen, gua akhirnya nemuin motivasi belajar dan motivasi hidup bersemangat yang paling oke… yang paling ultimate. yang paling jos.

yaitu: NIKAH!!!

 

jeng jeng jeng.

 

tidak. ini tidak delusi. tidak awang2. tapi nyata.

insya Allah taun ini gua berusia 20. meninggalkan status “teen”, menginjak usia post-20 yang hampir dewasa.. super wew! dan juga super hufty! (fuck, I like “hufty” word)

 

kuliah itu ternyata terasa cepat. lebih cepet dari SMA. tapi masih kalah cepat sama bus MIRA rute Jogja-Surabaya. (mereka ugal2an sekali!) nah, tau2 di kuliah ini udah semester 4 aja ini. and you know, abis kuliah biasanya kita mau ngapain? hmmm, nikah? yo ojo sik laaaaahh. cari kerja dulu. dimapanin bentar, lalu <bold>NIKAH</bold>!

(mungkin sumber munculnya fikiran ini adalah efek mendengar kabar beberapa anak lulusan SMA Teladan yang sudah nikah di usia muda, juga memahami konsep nikahnya ustadz felix siauw, dan akibat mendengar kisah2 romance unyu tapi bukan pacaran. pfft)

gua udah beberapa kali mendiskusikan ini sama temen2 sebaya, temen2 seangkatan, perihal bab nikah ini. di rumah juga sudah sering membahas ini bareng kakak, bahkan sama ibu. and guess what, tadinya gua kira bahasan tentang <italic>nikah</nikah> ini bakalan awkward, terlalu jauh, dan tidak menarik.

tapi ternyata, orang2 cukup antusias ngobrolin ini. mereka sudah punya konsep masing2 tentang masa depan jodohnya. mungkin karena memang sudah waktunya untuk #dibahas. lalu gua penasaran bagaimana cewek2 membahas topik ini. mungkin mereka membahasnya dengan unyu2 seperti, “aah, pokoknya suamiku harus tajir selangit. mwihihihi.” “dadanya, harus sekeker agung hercules. awawawaw.” “ganteng mempesona kaya anaknya ahmad dhani. hagzhagz.” “dan yang paling penting, anunya harus gede!!! ……… nyalinya maksudnya. wkwkwkw.” “aaaa pokoknya ganteng aaaa….”

mungkin begitu. 😐

kalo yang dibahas cowok2, biasanya sih lebih realistis. saya sendiri belum pernah denger, “besok pokoknya bojoku harus secakep franda..” atau, “pokoke sesuk minimal se-nikita mirzani laah.”

 

karena nikah itu yang dicari bukan hanya kepuasan fisik dan harta melimpah saja kan? hehe

 

tapi franda emang cakep banget sih..

 

hehe

 

sirkulasi hidup memang cepat. rasanya belum lama kemaren saya ngerasain jadi anak SMP… lalu sekarang tau2 sudah jadi mahasiswa. lalu abis jadi mahasiswa ini kita dituntut harus benar2 mikirin masa depan. karir, jodoh, rumah, level kegantengan, dsb dsb. salah satunya ya nikah ini.

hufty banget ya? huuuft..

 

tapi ya itu tadi, gua tiba2 bisa jadi semangat belajar dan hidup kalo inget kalo besok bakal jadi kepala keluarga. punya anak, dan mengasuh anak. hahaha.

 

kisah percintaan yang unyu mengenai nikah pernah ditulis di blog sama bang salman aristo. kalo gatau siapa itu salman aristo, googling ja. gua juga lupa dia siapa.

good stories here; the story behind, jodoh, nikah, and faith

istrinya juga nulis tentang kisah mereka; sejarah salman aristo

 

itu semua tulisan dibuat 6-7 tahun yang lalu. sekarang, mereka kayanya sih masih hidup bahagia sejahtera, plus udah punya anak juga. cool ya.

 

 

kesimpulannya, for some people nikah itu bikin semangat. sekaligus membuka pintu rezeki. saya udah denger/nemu beberapa contohnya di dunia nyata. laluu… yang paling penting, menurut saya konsep jodoh itu gausah dibikin rumit. gausah dibikin ribet dan penuh teori tentang feeling.. menurut saya lho ya. kalo kamu percaya adanya Sang Khalik yang Maha Mengatur, insya Allah semuanya jadi mudah kok. ya kan? 🙂

I’m going to be good husband and dad anyway, insya Allah. aamiin..

 

 

 

 

 

————————————————————————————————————

*ndasmu id, dipikir nek bar nikah njuk urip langsung dadi gampang lan kepenak koyo ning suwarga ngono? -_- hahah

tentang demam dan cinta

December 15, 2012

sama seperti awal musim hujan setiap tahunnya, badan ini lagi2 terserang demam! demam bercampur sakit kepala yang membuat bangun tidur terasa menyiksa. akibat kehujanan di atas motor. yang menyebabkan harus menangguhkan kerjaan di luar rumah dan beristirahat dalam damai seharian. di rumah. I always wonder kenapa beberapa orang selalu meninum semacam, atau beberapa macam vitamin dan obat sebelum mereka memulai hari. so, inilah jawabannya.. untuk memberikan sistem imun yang baik pada tubuh mereka! ternyata begitu, sodara2. mungkin mulai besok saya akan memakan, ehm, mengemut FITKOM setiap pagi sebelum memulai aktifitas. hidup FITKOM!

 

-the end-